Dalam dunia percetakan kita mengenal istilah DOT GAIN, Dot
Gain jika tidak terkontrol atau ukuranya melebihi toleransi akan
berpengruh pada kualitas hasil cetakkan. Ukuran Dot Gain diusahakan
maksimal tidak lebih dari 20%, untuk menjaga kwalitas hasil cetakan.
Walaupun untuk percetakan yang belum menggunakan alat-alat standart
percetakan yang lengkap, hal itu agak sulit dipenuhi. Sebab untuk
menjaga agar Dot gain konsisten sampai akhir proses cetak diperlukan alat dan komponen proses cetak yang memenuhi dan juga control yang ketat dari sumber daya manusianya. Apa itu DOT GAIN ? DOT GAIN adalah pembesaran ukuran halftone dot atau bisa dikatakan perbedaan ukuran halftone dot antara pada negative film dengan hasil cetakan pada media kertas. Setiap tahap proses pencetakan mulai dari proses film, ke proses plate, sampai
proses pada mesin cetak, akan menyumbang terjadinya dot gain. Sehingga
pengawasan yang maksimal pada masing-masing proses akan dapat mengontrol
DOT GAIN agar tetap pada batas toleransi. Tidak semua dot mengalami
pembesaran ukuran sama besar. Pembesaran paling tinggi terjadi pada mid
tone (bisa sampai 50%) kalau lebih dari itu, maka sisi luar dot akan
saling bersentuhan. Dot gain lebih kelihatan perubahan ukurannya pada
raster yang semakin tipis.
Pada saat proses pembuatan film kemudia proses
film ke plate juga sering terjadi Dot gain, waktu film bersentuhan
dengan permukaan plate haruslah dikontrol sebab pada saat itu akan
terjadi Dot gain yang idealnya tidak boleh lebih dari 5%. Pada proses selanjutnya yaitu proses cetak, juga menyumbang pembesaran ukuran dot. Saat tinta berpindah dari plate ke permukaan blanket kemudian dari blanket ke permukaan kertas akan terjadi tekanan yang bisa memperbesar ukuran Dot gain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar